Jumat, 23 Maret 2012

The Influence Knower and Known with knowledge Accounting Axiology: The Knowing of Moderating Variable

THE INFLUNCE KNOWER, AND KNOWN WITH KNOWLEDGE ACCOUNTING AXIOLOGY: THE KNOWING OF MODERATING VARIABLE
The Ontology, Epistemology, and Axiology Approach
(The Empirical Study at Jakarta Stock Exchange)
Prof. Dr. Apollo Daito
Paper to be presented at the International Accounting Conference
Universitas Negeri Surabaya
24th – 25th November 2011

Abstract
This research aims to test empirically the Influence Knower, and Known with Knowledge Accounting Axiology: The Knowing of Moderating Variable. The empirical study at Indonesia Stock Exchange.
The first model financial statement reporting: (1) the influence Knower with Known is (0.409* or 40,9%) significant and indicate fit theory The correspondence theory of truth, (2) the influence Knower with interaction variable Knower, Knowing is (46,6% or 0. 466*) significant, (3) the influence knower, and known and knowing Moderating variable (0.455 or 45,5%) significant, (4) in partial the influence knower with knowledge accounting axiology (0.085) or 8,5% non significant (model financial reporter), (5) In partial influence knowing with knowledge accounting axiology (0,045) or 4,5% significant, (6) In partial the influence known with knowledge accounting axiology (0,211) significant, (7) the influence interaction moderating variable between knower, known and implication of knowledge accounting axiology (0,076) non significant, (8) In partial the influence interaction moderating variable between Knower, Knowing with Knowledge accounting axiology 0.016 significant, (9) the influence knower with knowledge accounting axiology (0.085) or 8,5% non significant, (10) In partial the influence interaction moderating variable with knowing, known and implication to knowledge accounting axiology (-0.105) non significant, (11) the influence interaction knower, known, knowing with knowledge Accounting axiology (0,231) non significant, (12) the simultaneous Influence Knower, and Known with Knowledge Accounting Axiology: The Knowing of Moderating Variable are Adjusted R square = 0,084 or 8,4% non significant.
The second model financial statement user: (1) the influence Knower With Knowing financial statement (0.334 or 33,4%) significant in alpha = 0,05, (2) the influence Knower With Interaction between Knower, Knowing are (0.631 or 63,1%) significant Alpha = 0,05, (3) the Influence Knower, and Known with Knowledge Accounting Axiology: The Knowing of Moderating Variable are Adjusted Rsquare = 0,029 or 2,9% non significant.
The Influence Knower, and Known with Knowledge Accounting Axiology: The Knowing of Moderating Variable error term are 91,6%, and financial users are 97,01%. This phenomena in Indonesia stock exchange more case and practice financial number game, creative accounting conflict stakeholders.

Selasa, 20 Maret 2012

Take 100% Responsibility For Your Life


Hei kawan, ditengah kesibukan menyusun skripsi membuat saya terkadang putus asa saat inspirasi tak kunjung datang, lalu saya berhenti sejenak dan membaca kembali buku The Success Principles karya Jack Canfield untuk menumbuhkan kembali semangat saya.

lumayan bikin semangat “ON” lagi J ini adalah kata-kata yang paling saya ingat dan membuat saya bangkit kembali dan terus bersemangat dalam hidup demi sebuah cita-cita.

You must take personal responsibility.You cannot change the circumstances, the seasons, or the wind, but you can change yourself.

JIM ROHN America’s foremost business philosopher

One of the most pervasive myths in the American culture today is that we are entitled to a great life—that somehow, somewhere, someone (certainly not us) is responsible for filling our lives with continual happiness, exciting career options, nurturing family time, and blissful personal relationships simply be­cause we exist.

But the real truth—and the one lesson this whole book is based on—is that there is only one person responsible for the quality of the life you live.

That person is you.

If you want to be successful, you have to take 100% responsibility for everything that you experience in your life. This includes the level of your achievements, the results you produce, the quality of your relationships, the state of your health and physical fitness, your income, your debts, your feelings—everything!

This is not easy.

In fact, most of us have been conditioned to blame something outside of ourselves for the parts of our life we don’t like. We blame our parents, our bosses, our friends, the media, our coworkers, our clients, our spouse, the weather, the economy, our astrological chart, our lack of money—anyone or anything we can pin the blame on. We never want to look at where the real problem is—ourselves.

There is a wonderful story told about a man who is out walking one night and comes upon another man down on his knees looking for something un­der a streetlamp. The passerby inquires as to what the other man is looking for. He answers that he is looking for his lost key. The passerby offers to help and gets down on his knees and helps him search for the key. After an hour of fruitless searching, he says, “We’ve looked everywhere for it and we haven’t found it. Are you sure that you lost it here?”

The other man replies, “No, I lost it in my house, but there is more light out here under the streetlamp.” It is time to stop looking outside yourself for the answers to why you haven’t created the life and results you want, for it is you who creates the quality of the life you lead and the results you produce. You—no one else!

To achieve major success in life—to achieve those things that are most important to you—you must assume 100% responsibility for your life. Noth­ing less will do.

Semoga ini juga bikin kamu semua lebih bersemangat...

SEMANGKA.. semangat kaka... :)

Sumber: The Success Principles, Jack Canfield

Rabu, 14 Maret 2012

Pengantar Metodologi Penelitian

Pengetahuan, Filsafat, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Akal budi dan sifat ingin tahu manusia, memampukan dan mendorongnya untuk melakukan penelitian: mengkaji fenomena yang terjadi di sekitarnya, melakukan pertimbangan, mengambil keputusan/kesimpulan dan melakukan evaluasi.

Pengetahuan (Knowledge)

Secara normatif, definisi Pengetahuan paling tidak meliputi:

• Fakta, informasi dan kemampuan yang diperoleh melalui pengalaman atau pendidikan

• Pemahaman secara teoretis dan/atau praktis suatu bidang (studi), apa yang diketahui mengenai suatu bidang tertentu atau berkait dengan bidang-bidang lain secara keseluruhan

• Fakta, informasi dan kesadaran atau pengenalan yang diperoleh dari pengalaman menghadapi suatu fakta atau situasi

Para ahli filsafat masih terus memperdebatkan definisi Pengetahuan, terutama karena rumusan Pengetahuan oleh Plato yang menyatakan Pengetahuan sebagai “kepercayaan sejati yang dibenarkan (valid)" (“justified true belief”).

Filsafat (Philosophy)

Philosophy = Phil + Sophy (Yunani)

Phil = Love = Cinta

Sophy = Wisdom = Kebijaksanaan = Kearifan = Hikmat

Pengujian kritis terhadap dasar rasionalitas dari kepercayaan kita yang paling fundamental dan analisis logis terhadap konsep-konsep dasar yang digunakan dalam mengekspresikan apa yang kita percayai.

Filsafat dapat juga didefinisikan sebagai refleksi atas pelbagai pengalaman manusia, atau sebagai upaya pengenalan masalah-masalah yang berkaitan erat dengan kemanusiaan secara rasional, metodikal dan sistematis.

Ilmu Pengetahuan (Science)

Ilmu Pengetahuan = Science [Lat. Scientia = knowledge = pengetahuan]

Kajian sistematik yang menggunakan observasi, eksperimen (percobaan) dan pengukuran terhadap fenomena alam dan sosial, dan bidang kajian lainnya.

Umumnya Ilmu Pengetahuan dicirikan oleh kemungkinan membuat pernyataan benar yang didukung oleh sekumpulan bukti atau pengujian. Karena sifat ini, kebenaran suatu Ilmu Pengetahuan sangat mungkin mengalami pendefinisian/formulasi ulang/baru.

Klasifikasi Ilmu Pengetahuan:

• Ilmu Pengetahuan Eksakta: yaitu Ilmu Pengetahuan yang memiliki pengukuran (measurement) yang pasti (exact). Contoh: Fisika dan Kimia

• Ilmu Pengetahuan Deskriptif: Ilmu Pengetahuan yang tujuan utamanya adalah mengembangkan metode pendeskripsian atau klasifikasi yang kemudian menjadi acuan yang tepat dalam domain ilmu tersebut. Contoh: Taksonomi dalam Botani dan Zoologi

Teknologi (Technology)

Teknologi adalah aplikasi Ilmu Pengetahuan terutama untuk tujuan komersial dan industri

Teknologi sangat erat dengan Ilmu Pengetahuan dan Rekayasa (Engineering).

Ilmu Pengetahuan menyangkut pemahaman manusia terhadap alam semesta dan komponen-komponennya, misalnya ruang angkasa, materi, energi, dan interaksi di antara elemen-elemen tersebut.

Rekayasa adalah aplikasi Ilmu Pengetahuan dalam wujud pembuatan rancangan/disain pelbagai alat demi kemudahan manusia.

Teknologi berkaitan dengan alat dan teknik mewujudkan rancangan alat-alat yang memudahkan kehidupan manusia.

Penemuan (Invention) pelbagai alat termasuk dalam kajian Rekayasa dan Teknologi.

2. Pengertian Metodologi Penelitian

Metodologi (Methodology):

• Sekumpulan peraturan, kegiatan dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu

• Studi atau analisis teoretis mengenai suatu cara/metode

• Cabang ilmu logika yang berkaitan dengan prinsip umum pembentukan pengetahuan (knowledge)

• Secara praktis, Metodologi = metode = cara = teknik = prosedur

Metode Ilmiah (Scientific Method) = Penelitian Ilmiah (Scientific Research)

Prinsip dan proses empiris penemuan dan peragaan yang berkait dengan karakteristik penyelidikan ilmiah, yang secara umum melibatkan pengamatan fenomena, formulasi hipotesis yang berkenaan dengan fenomena yang diamati, eksperimentasi untuk membuktikan kebenaran atau kesalahan hipotesis, dan menarik kesimpulan yang mengkonfirmasikan atau memodifkasi hipotesis → lihat hubungannya dengan Statistika?

Statistika menjadi sarana yang menyediakan alat/cara pengumpulan data, formulasi hipotesis, pengujian hipotesis dan penarikan kesimpulan.

Perbedaan Metode Ilmiah dibanding metode yang tidak ilmiah terletak pada:

• Presisi (ketepatan)

• Reduplikasi

• Generalitas

• Terujinya data secara statistika.

Meski secara umum, metode ilmiah dapat digunakan untuk semua cabang ilmu, namun pelbagai metode untuk pengukuran dikembangkan secara spesifik sesuai dengan kebutuhan bidang ilmu. Misalnya pengukuran muatan elektron bersifat sangat spesifik. Pencarian dan upaya peningkatan presisi pengukuran kuantitatif yang melibatkan perubahan atau penemuan cara/metode pengukuran, sering disebut sebagai Teknik (techniques). Tata laksana metode ilmiah harus dapat dijelaskan secara ilmiah. Secara umum semua metode yang digunakan dalam Ilmu sebut sebagai metode ilmiah.

Jenis Penelitian Ilmiah:

Secara umum, Penelitian Ilmiah dapat dikategorikan menjadi:

• Penemuan/Rekayasa/Rancang-Bangun: Misalnya: laporan penemuan/modifikasi alat/teknologi

• Penelitian Deskriptif: Didasarkan pada pengamatan. Misalnya penelitian arkeologi, perilaku mahluk hidup

• Penelitian Eksperimen: Pengujian Hipotesis dan/atau modifikasi variabel

Laporan Penemuan/Rekayasa/Rancang-Bangun

Secara mendasar, laporan penemuan (invention) memuat:

• Deskripsi alat yang dibuat, manfaat dan kelebihan alat baru/modifikasi

• Desain alat

• Cara membuat (Alat dan bahan) → dituliskan jika memang penelitian sampai taraf pembuatan alat

Penelitian Deskriptif

Secara mendasar, penelitian deskriptif memuat:

• Tujuan Penelitian: apa yang diharapkan menjadi hasil pengamatan

• Desain Penelitian: bagaimana melakukan penelitian, langkah-langkah apa saja yang akan dikerjakan, alat dan bahan yang diperlukan, data yang diharapkan dapat didapat, bagaimana meminimalkan kesalahan/bias

Penelitian Eksperimen

Secara mendasar, penelitian Eksperimen memuat:

• Tujuan Penelitian: melihat perbedaan atau hubungan (antar variabel)?

• Hipotesis penelitian

• Langkah pelaksanaan penelitian

• Pengumpulan Data

• Analisis Data

• Pembentukan Kesimpulan Penelitian

Detail penyajian penelitian ilmiah akan dijelaskan pada kuliah-kuliah berikut

3. Etika Penelitian

Etika mencakup norma untuk berperilaku, memisahkan apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Rangkuman Etika Penelitian meliputi butir-butir berikut:

a. Kejujuran

Jujur dalam pengumpulan bahan pustaka, pengumpulan data, pelaksanaan metode dan prosedur penelitian, publikasi hasil. Jujur pada kekurangan atau kegagalan metode yang dilakukan. Hargai rekan peneliti, jangan mengklaim pekerjaan yang bukan pekerjaan Anda sebagai pekerjaan Anda.

b. Obyektivitas

Upayakan minimalisasi kesalahan/bias dalam rancangan percobaan, analisis dan interpretasi data, penilaian ahli/rekan peneliti, keputusan pribadi, pengaruh pemberi dana/sponsor penelitian.

c. Integritas

Tepati selalu janji dan perjanjian; lakukan penelitian dengan tulis, upayakan selalu menjaga konsistensi pikiran dan perbuatan

d. Ketelitian

Berlaku teliti dan hindari kesalahan karena ketidakpedulian; secara teratur catat pekerjaan yang Anda dan rekan anda kerjakan, misalnya kapan dan di mana pengumpulan data dilakukan. Catat juga alamat korespondensi responden, jurnal atau agen publikasi lainnya.

e. Keterbukaan

Secara terbuka, saling berbagi data, hasil, ide, alat dan sumber daya penelitian. Terbuka terhadap kritik dan ide-ide baru.

f. Penghargaan terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

Perhatikan paten, copyrights, dan bentuk hak-hal intelektual lainnya. Jangan gunakan data, metode, atau hasil yang belum dipublikasi tanpa ijin penelitinya. Tuliskan nara sumber semua yang memberikan kontribusi pada riset Anda. Jangan pernah melakukan plagiasi..

g. Penghargaan terhadap Kerahasiaan (Responden)

Bila penelitian menyangkut data pribadi, kesehatan, catatan kriminal atau data lain yang oleh responden dianggap sebagai rahasia, maka peneliti harus menjaga kerahasiaan data tersebut.

h. Publikasi yang terpercaya

Hindari mempublikasikan penelitian yang sama berulang-ulang ke pelbagai media (jurnal, seminar).

i. Pembinaan yang konstruktif

Bantu membimbing, memberi arahan dan masukan bagi mahasiswa/peneliti pemula. Perkenankan mereka mengembangkan ide mereka menjadi penelitian yang berkualits.

j. Penghargaan terhadap Kolega/Rekan Kerja

Hargai dan perlakukan rekan penelitian Anda dengan semestinya. Bila penelitian dilakukan oleh suatu tim akan dipublikasikan, maka peneliti dengan kontribusi terbesar ditetapkan sebagai penulis pertama (first author), sedangkan yang lain menjadi penulis kedua (co-author(s)). Urutan menunjukkan besarnya kontribusi anggota tim dalam penelitian.

k. Tanggung Jawab Sosial

Upayakan penelitian Anda berguna demi kemaslahan masyarakat, meningkatkan taraf hidup, memudahkan kehidupan dan meringankan beban hidup masyarakat. Anda juga bertanggung jawab melakukan pendampingan nagi masyarakat yang ingin mengaplikasikan hasil penelitian Anda

l. Tidak melakukan Diskriminasi

Hindari melakukan pembedaan perlakuan pada rekan kerja atau mahasiswa karena alasan jenis kelamin, ras, suku, dan faktor-faktor lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kompetensi dan integritas ilmiah.

m. Kompetensi

Tingkatkan kemampuan dan keahlian meneliti melalui pendidikan dan pembelajaran seumur hidup; secara bertahap tingkatkan kompetensi Anda sampai taraf Pakar.

n. Legalitas

Pahami dan patuhi peraturan institusional dan kebijakan pemeintah yang terkait dengan penelitian Anda.

o. Rancang pengujian dengan hewan percobaan dengan baik

Bila penelitian memerlukan hewan percobaan, maka percobaan harus dirancang sebaik mungkin, tidak dengan gegabah melakukan sembarang perlakuan pada hewan percobaan.

p. Mengutamakan keselamatan Manusia

Bila harus mengunakan manusia untuk menguji penelitian, maka penelitian harus dirancang dengan teliti, efek negatif harus diminimalkan, manfaat dimaksimalkan; hormati harkat kemanusiaan, privasi dan hak obyek penelitian Anda tersebut; siapkan pencegahan dan pengobatan bila sampel Anda menderita efek negatif penelitian.

Semoga bermanfaat..

Selasa, 13 Maret 2012

I want to fly


Aku ingin terbang, sungguh aku ingin bisa terbang tinggi melayang...
aneh mungkin ya?? tapi aku sering bermimpi terbang dan mengajak seseorang terbang bersama ku,
cita-cita yang masih aku harapkan bisa tercapai,
terbang bebas menembus batas gravitasi, menembus batas cakrawala... bebas dan lepas...

melayang menikmati semua keindahan yang selama ini tak dapat ku nikmati karena semua keterbatasan ku...
aku yakin sebentar lagi semua itu akan terwujud...

I believe that my dream will come true....